Jakarta - Skoliosis yang menyerang bagian tulang belakang masih sering dikaitkan dengan kebiasaan
buruk yang dilakukan penderitanya, seperti posisi duduk yang salah, atau terlalu sering memakai tas dengan beban berlebih di salah satu bahu.
Menurut Ahli Rehabilitasi Musculoskeletal dari Klinik Flex Free Jakarta, Arif Soemarjono, skoliosis sebetulnya tidak dipicu oleh suatu
aktivitas, melainkan karena faktor bawaan.
"Skoliosis merupakan suatu kelainan bawaan yang terjadi pada tulang belakang, sehingga membuat tulang belakang tampak melengkung. Namun kelainan ini disebut idiopatik karena sampai saat ini tidak diketahui penyebab pastinya," ujar Arif, di Jakarta, baru-baru ini.
Baik laki-laki maupun perempuan sebetulnya memiliki kemungkinan yang sama untuk menderita skoliosis. Namun perkembangan (progresivitas kelainan) skoliosis akan cepat tampak pada anak perempuan (4-7 kali).
"Kelainan ini juga sering terlambat dideteksi orang tua. Padahal bila kelengkungan tulang belakangnya belum mencapai 40 derajat, masalah ini bisa lebih mudah dikoreksi. Apalagi kalau terapinya dilakukan saat masih dalam masa pertumbuhan," ujar Arif.
Herman
Sumber : Klik Disini



0 komentar:
Posting Komentar